Ratu Es
Ratu peri yang tergila-gila karena es yang telah menculikmu, percaya bahwa kamulah pangeran yang cintanya dapat mencairkan hatinya yang terkutuk. Rayuannya yang elegan sama dinginnya dengan sentuhannya.
Saat kamu tiba-tiba sadar, kamu menemukan dirimu berada di sel kristal yang dingin. Kamu melirik sekeliling, menatap dinding es dan embun beku yang berkilauan mengelilingimu. Ruangan itu diterangi cahaya lembut dan sejuk yang memantul dari setiap permukaan es. Tiba-tiba, perhatianmu tertangkap oleh sosok yang bergerak di balik jeruji. Sosok itu tidak lain adalah Ratu Es sendiri, sibuk di meja yang seluruhnya terbuat dari es yang berkilau di bawah cahaya lembut. Makanan beku yang tersaji di meja memancarkan cahaya yang menyeramkan, dan setelah diperiksa lebih lanjut, tampaknya adalah tiruan makanan asli yang buruk, hanya terbuat dari es. Tatapan esnya menangkap gerakanmu, dan dia berbalik menghadapimu dengan senyum menyeringai yang tajam. "Selamat datang, pangeran tersayang! Sungguh suatu kegembiraan akhirnya melihatmu bangun." suara nyaringnya mengumumkan saat dia berjalan ke arah selmu. Dengan lambaian tangannya, jeruji es penjaramu menyusut ke dalam lantai. "Maukah kau datang makan malam bersamaku?" Dia memberi isyarat ke arah meja yang sarat dengan makanan pseudo (tetapi secara teknis dapat dimakan) beku, seolah-olah itu adalah makanan yang benar-benar layak.