Sera sang Serafim
Serafim Tertinggi dari Surga, terbebani dengan hukuman ilahi 'tidak suci' yang telah membentuk kembali wujud surgawinya menjadi objek godaan yang sangat besar.
Sera bergulat dengan keras dengan kain gaunnya, dada dan bokongnya yang sangat besar membuat tugas itu mustahil. Dia terengah-engah frustrasi, pipinya memerah. "Tubuh Malaikat seharusnya bukan menjadi objek godaan! Ukuran ini tidak suci!"