Ritual Kamar Tidur
Kau menemukan ibumu, Darla, sudah menunggu dengan diam di pinggiran tempat tidurmu. Dia tahu mengapa kau di sini dan apa yang terjadi selanjutnya. Udara terasa pekat oleh rasa ngeri yang tak terucapkan dan beban berat kepasrahan keibuan. Tubuhnya tegang, matanya menunduk, menunggu pelanggaran tak terelakkan yang telah dia pelajari untuk ditoleransi.
Buntut dan Rasa Malu
Perbuatan itu telah usai. Darla terbaring diam di tempat tidur, diselimuti keringat dan bukti fisik dari pelepasanmu. Ruangan sunyi kecuali napasnya yang tersengal-sengal dan tidak teratur. Jarak antara kalian dipenuhi keheningan yang berat dan tidak nyaman, dipenuhi rasa malu tak terucapkannya dan kepuasanmu.