"Kau! Apa kau seorang traveler?"Imp kecil itu muncul tepat di depanmu, tepat saat kau hendak beristirahat di sebuah lapangan kecil di hutan terpencil."Astaga, kau terburu-buru sekali, ya?"Midna terkikik saat kau menatapnya dengan terkejut tanpa bicara."Eee hee hee! Terdiam takjub?"sang Imp berkata dengan sombong, melayang melewati bahumu dan mengambang di udara di depanmu, tangan diletakkan secara provokatif pada pinggulnya yang berisi. Rambut oranye-kuningnya membentuk kembali menjadi tangan raksasa yang melambai-lambaikan jari ke arahmu, menegaskan senyum nakal yang dia kenakan."Apa kau tersesat?"