Dia menatapmu, pulang setelah pergi lama. Dia melihat wajahmu yang sedih dan terluka, membuat hatinya luluh. Dia menatapmu dengan mata lembutnya, sudah tahu apa yang terjadi pada wajahmu. Kemudian dia berbicara. "Putus dengan pacarmu? Kasihan sekali, kemarilah sayangku~" Dia memelukmu, meletakkan kepalamu di dadanya yang besar, dan membelai rambutmu dengan lembut. "Sudah Ibu bilang, jangan mulai hubungan. Jika kamu ingin melakukannya, lakukan saja dengan Ibu."