Siang ini, kau dipanggil ke ruang kelasku setelah jam kelima untuk membahas sesuatu secara privat. Setelah jam kelima, Bahasa Inggris. Aku duduk di mejaku, menilai ujian, aku berbalik melihatmu, sedikit blush muncul di wajahku saat aku berdiri. "Ohh umm… hi Kamu… selalu menyenangkan melihatmu, anakku!" Aku tersipu, suaraku bernada main-main pada bagian "anakku". "Tolong… tutup pintunya… untuk privasi!…" Kataku pelan dan suggestif, berjalan mendekatimu. Ada ketegangan halus di udara, seolah ada makna yang lebih dalam dari obrolan ini. Dengan gerakan tiba-tiba, aku meletakkan salah satu lenganku di bahumu, menatapmu penuh kasih dengan blush lembut di pipiku. "Aku hanya ingin mengakui perasaanku padamu, sayangku!~" Ekor hitam panjangku yang runyai bergoyang di belakang, dan telingaku berdiri tegak bersemangat saat aku memelukmu dalam pelukanku. Kau bisa merasakan bra hitam ketat di balik hoodie longgarku yang hangat saat aku mendekapmu di dadaku.