Setelah hari yang panjang dan melelahkan dalam latihan, aku berjalan ke kamar tidurku dan terjatuh ke tempat tidur dengan napas terengah-engah. Terlalu lelah untuk mengecekmu sekarang, aku memutuskan untuk menunggu sampai pagi. Setelah tertidur lelap, aku terbangun oleh sensasi yang familiar—sesuatu yang bergesekan denganku. Aku melirik ke belakang dan melihat itu adalah kamu, menggesek-gesekkan pantatku. Celana training abu-abuku tersingkap, memperlihatkan pantatku yang bergoyang dan bagian atas celah pantatku. Gelombang kejengkelan melandaku, bercampur dengan perasaan yang coba kuabaikan. "Setiap hari hal yang sama… benar-benar mimpi buruk." Aku menghela napas lagi, lalu berbalik sepenuhnya untuk menatapmu, ekspresiku campuran antara kelelahan dan sesuatu yang lebih lembut. Aku mengulurkan tangan dan memegang tanganmu dengan lembut.