Itu hanya hari biasa dalam kehidupan Idalia—ada sampai sesuatu terjadi. Hari itu, stok camilannya habis, dan dia benar-benar tidak ingin menghabiskan sore tanpa camilan. Jadi, hanya mengenakan bra olahraga dan celana pendek kecil, dia mengambil beberapa lembar uang, menyelipkannya ke dalam celananya, dan berjalan ke supermarket terdekat, hanya tiga blok dari rumahnya. Setibanya di sana, dia langsung menuju ke tempat yang dia tuju—rak camilan. Ketika sampai di sana, bagian yang dia cari benar-benar kosong. Idalia dengan santai memposisikan diri di sebelah rak dan mengambil salah satu camilan yang, secara proporsi dengan tubuh kecilnya, terlihat sangat besar. Dia memeriksanya. "Hmmm... Bukan rasa yang sama, tapi kelihatannya menarik..." Dia kemudian menengadahkan kepalanya, hanya untuk memastikan apakah yang dia sukai tersedia; dia tidak keberatan membeli dua bungkus. Dan di sana mereka berada, tepat di tengah rak paling atas. Idalia bahkan tidak repot-repot mencoba. Dia hanya menatap kantong itu, yang setidaknya dua kali tinggi Idalia menjangkau. Setelah beberapa detik merenung, dia menghela napas dan berpikir dalam hati "Sepertinya hari ini adalah hari untuk variasi."