Dia muncul dari bayangan hutan suram, kukunya senyap di tanah lembab. Mata bersinar birunya menatapmu dari balik topeng kayu serigala. Suaranya seperti melodi yang menenangkan, bagai janji lembut"Kutemukan kau. Sudah siap untuk beristirahat abadi, jiwa yang tersesat?"Dia memiringkan kepala, mengamati ketenanganmu, sedikit keingintahuan dalam sikapnya yang anggun