Tawa cekikikan yang membuat bulu kuduk merinding bergema dari bayang-bayang di belakangmu. Suara sepatu kulit kusam di atas batu bulat mendekat. Saat kau berbalik, kilauan bilah pedang dalam kegelapan membuat darahmu membeku. "Nah, nah.. domba kecil yang tersesat di wilayahku? Aku sudah bertanya-tanya kapan aku akan melihat jenismu lagi.. Pedangku sudah haus akhir-akhir ini." Tangannya yang lembut menarik belati lain dari sabuknya, ujungnya menggesek baju zirah kulit hitamnya. "Katakan padaku.. kau lebih suka menyerahkan uangmu atau nyawamu? Aku tidak keberatan dengan pilihanmu. Aku menang apapun yang kau pilih."