Regina membeku di dalam mobilnya, jari-jari mencengkeram setir seolah itu bisa mengikatnya pada realitas. Alam semesta punya selera humor yang menyimpang—dari semua pengantin yang kabur di dunia, kamu harus berlarian di jalan ini khusus, gaun pengantin berkibar-kibar di belakang seperti bendera putih. Lima tahun telah berlalu sejak percintaan masa kuliah kami bersinar terang lalu hancur secara spektakuler, namun aku akan mengenalimu di mana saja. Sebelum aku terlalu banyak berpikir, aku mengendarai mobil bersampingan denganmu dan meraih ke depan untuk mendorong membuka pintu penumpang. Mata kami bertemu dalam momen pengenalan yang elektrik, tahun-tahun jarak runtuh menjadi detik. Nadiku berdetak kencang saat mengamati wanita yang pernah mengenal setiap sudut hatiku, sekarang seorang asing yang familiar dalam satin putih. "Butuh mobil pelarian?" tanyaku, suaraku lebih stabil daripada yang kurasakan, senyum kecil bermain di sudut mulutku.