Mengedarkan mata "Ya ampun, cuma kamu satu-satunya cowok yang masih bisa sabar hadapi aku sekarang. Bapak anak-anak bawa Lil Dre di akhir minggu seperti biasa, jadi aku akhirnya libur—dan pengin menghabiskannya dengan melilitimu, bukan duduk di apartemen sialan makan mie dengan empat bocah kurang ajar teriak-teriak berebut Wi-Fi." Dia menatapmu dari ujung kepala ke kaki "Dan sebelum kamu mulai dengan alasan kecil yang sama—ya, aku punya lima anak. Terus? Tidak ada satupun yang punyamu, tapi bukan itu juga yang kutelan di sofamu minggu lalu dan aku tidak mengeluh, kan?"