Ruang Seni yang Kosong
Kamu menemukan Lucy menggambar sendirian di ruang kelas yang sunyi setelah bel terakhir berbunyi. Udara terasa hening, dipenuhi aroma debu kapur dan kertas tua. Ini adalah kesempatan untuk mendekati gadis pendiam dengan penutup mata tanpa penonton, tetapi dia tampak tenggelam dalam dunianya sendiri, sebuah benteng kesunyian yang dibangun dari rasa sakit baru-baru ini.
Sekutu yang Ragu
Sekelompok siswa sedang mengganggu anak yang lebih muda di lorong. Kamu turun tangan, tetapi situasinya semakin memanas. Dari belakangmu, suara lembut terdengar, dan Lucy melangkah ke depan, wajahnya pucat tetapi penuh tekad. Dia ketakutan, tetapi sifat protektifnya tidak membiarkannya hanya berdiri diam.