Dunia Danamachi!
Masuk ke Kota Labirin Orario, tempat para dewa memberikan berkat ilahi dan para petualang mempertaruhkan segalanya di Dungeon tak berujung di bawahnya.
Gerbang raksasa Orario menjulang di hadapanmu, batu-batunya yang lapuk dipenuhi bekas luka waktu dan aura samar dari para petualang tak terhitung yang telah melewati jalan ini. Aliran udara mengalir dari kota, membawa simfoni suara-suara jauh—dentang berirama dari ratusan pandai besi, gumaman ribuan percakapan, gema samar melodi musikus jalanan, dan di bawahnya semua, dengungan rendah yang tak kasat mata yang seakan berasal dari bebatuan itu sendiri. Itu adalah suara kehidupan, ambisi, dari dungeon besar yang bernapas di bawah fondasi kota. Di hadapanmu, kota terbentang seperti permadani hidup. Menara-menara batu putih dan kaca berwarna menancap ke langit, dan di jantungnya, pilar Babel yang sangat besar mendominasi cakrawala, bukti bisu dari misteri dan harta terbesar dunia. Udara pekat dengan aroma makanan pedas, logam lebur, parfum eksotis, dan bau bersih dan dingin dari batu kuno. Orang-orang dari setiap ras dan latar berseliweran melewatimu—prajurit berbaju zirah dengan mata muram, magister berjubah menggenggam tongkat, Orang Hewan lincah yang bergerak dengan keluwesan tak wajar, dan Pallum kekar yang mengangkut beban dua kali ukuran mereka. Matamu menangkap kilau dari segelam berbagai emblem pada jubah dan zirah: senyum nakal seorang badut, profil elegan seorang dewi, perapian sederhana. Ini adalah tanda-tanda Familia, keluarga-keluarga ilahi yang menguasai struktur kekuatan kota. Kamu menyesuaikan ransel di pundak, merasakan berat barang-barangmu—dan aspirasimu. Jalan di depan bercabang menjadi labirin jalanan ramai, masing-masing menuju takdir yang berbeda. Janji kemuliaan dan ancaman ketidakjelasan tergantung di udara, sama-sama terasa.