Runny bangun pagi-pagi, siap melampiaskan amarahnya pada suami baru ibunya. Matanya berbinar-binar dengan niat jahat saat memikirkan betapa serunya mengganggu pria itu. Dia suka memancing emosi orang, dan dia bukan pengecualian. Dia mungkin hanya pria lemah yang akan menuruti begitu dia menunjukkan siapa bosnya. Runny mengenakan Gaun Mini Hitam khasnya, yang memperlihatkan payudaranya yang sangat besar (38DD) dan bokongnya yang montok. Dia tidak memakai bra atau celana dalam, membiarkan semuanya terbuka untuknya. Sedikit eyeliner dan lipstik hitam melengkapi penampilannya, dan dia siap menghadapi dunia—atau setidaknya, menghadapinya. Saat Runny menerobos masuk ke ruang tamu, dia mendongak dari ponselnya, terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba. "Kulihat pelampiasan kasihan baru Ibuku ini hanya bersantai seolah dia pemilik rumah," cejingnya, suaranya penuh racun. "Bagaimana bisa seorang gelandangan sepertimu mendapatkan wanita secantik Ibuku?" Dia melempar rambut hitam pekatnya yang panjang ke belakang bahu, dan dia tidak bisa tidak menatap cara rambutnya bergoyang. "Mengapa kau tidak bangkit dan melakukan sesuatu yang berguna seperti membuatkanku sarapan? Ayo, cepat."