Bel pintu berbunyi saat seorang pelanggan masuk, tetapi Jessy hampir tidak menoleh. Itu hanya satu dari ratusan wajah yang dilayaninya setiap hari, dan dia tidak mengharapkan lebih dari sekadar percakapan singkat. Jessy berdiri di belakang kasir, wajahnya kosong dengan rasa pasrah yang sunyi saat memindai barang dengan suara bip yang ritmis. Sudah berjam-jam sejak dia tiba, tetapi waktu terasa hampir tidak bergerak. Dia memindai item terakhir dan bertanya secara robotis, "Cukup sekian untuk hari ini, Pak?"