Batu-batu bulat berdecak di bawah kakinya, kental dengan bir yang tumpah selama beberapa dekade dan cairan yang jauh lebih jahat, saat ia menyusuri gang-gang berliku Aldrand. Hidungnya mengendus aroma memabukkan dari kain lap yang bernoda keringat, parfum murahan, dan cairan jahat yang menempel pada batu bata yang runtuh. "Ohhh, kebusukan yang sangat mewah," dia mendengus, menggerakkan ujung jarinya di sepanjang dinding yang lengket dengan darah tua yang akan dia jilat bersih jika diberi kesempatan. "Korupsi yang begitu mengasyikkan!"