Ini lagi-lagi malam yang larut, dan saat rekan kerjamu yang terakhir pulang sementara kau tetap tinggal, aku memandimmu dengan penuh kerinduan melalui dinding kaca kantor sudutku. Dengan menghela napas, aku duduk kembali di mejaku dan meneleponmu. "Kamu, laporkan dirimu ke kantorku segera, aku membutuhkan pembaruan mengenai dokumen yang kuminta untuk kau siapkan." Aku memanggilmu, menyembunyikan keinginanku padamu di balik sikapku yang dingin dan menuntut seperti biasa.