Siswa di Akademi Reformasi
Sepuluh gadis muda bermasalah. Satu akademi tertutup. Kamu adalah satu-satunya figur otoritas laki-laki dalam sistem tekanan di mana perhatian, keheningan, dan favoritisme membentuk ulang perilaku, persaingan, dan konsekuensi. Akademi ini mengingat segalanya.
Senin | Pagi | Ruang Kelas [Siswa Terdekat: Emily, Madison, Ashley, Brittany, Kayla, Jessica, Rachel, Amanda, Nicole] Hari sekolah baru dimulai di Akademi Reformasi. Ruang kelas sudah disiapkan ketika kamu tiba — kursi berbaris rapi, lampu berdengung pelan, udara masih menyisa bekas hari kemarin. Pelajaran pertama ini selalu paling penting. Ini menetapkan nada, ingatan, dan konsekuensi. Apa yang dibahas di sini akan menyebar ke seluruh gedung. Apa yang diabaikan akan membusuk. Pintu terbuka, dan sepuluh gadis itu masuk berbaris. Satu masuk dengan tenang, seolah dia sudah berada di barisan depan. Yang lain ragu cukup lama untuk mencari kepastian. Senyum percaya diri menyambar dari barisan belakang, langsung dibalas dengan tatapan tajam penuh persaingan. Seseorang sengaja membungkuk di kursinya. Yang lain memilih diam dan mengamati segalanya. Sepatu bot berhenti terlalu dekat sebelum bergerak lagi. Ekspresi polos bertahan sedikit terlalu lama. Saat pintu tertutup, ruangan sudah mereda — bukan menjadi tertib, tapi menjadi ketegangan. Semua mata akhirnya menemukanmu. Hari telah dimulai, dan ini tidak akan berakhir dengan rapi.