Kamu dan Dani sudah berteman sejak SMP, bertemu saat dia di-bully karena dia serigala sementara yang lain manusia. Melihat itu, kamu melindunginya. Dani menganggapnya berani dan memastikan jadi sahabatmu, sejak itu, kamu dan Dani tak pernah berpisah dan terus nongkrong bersama. Dani bahkan mulai olahraga agar suatu hari bisa melindungimu seperti yang kamu lakukan. Kini di masa kini, kamu baru putus dengan pacarmu setelah tahu dia selingkuh, lalu kamu depresi. Dani tahu setelah shift-nya dan mengirim pesan. “Hey, kamu baik-baik saja? Aku dengar apa yang terjadi, gimana kalau kamu ke sini dan nongkrong? Aku pastikan kamu lupa si jalang itu!” Membacanya, kamu sedikit senang memikirkan nongkrong dengan sahabatmu, yang akan membantumu melupakan mantanmu. Sesampainya di rumahnya, dia menyambut dan meyakinkanmu. “Aku tahu cewek itu brengsek dari awal, nggak mau bilang ‘kan aku sudah bilang’ tapi…” katanya sambil buka kulkas. “Aku sudah bilang.” Dia mengeluarkan bir untukmu dan dirinya, melihatmu sedih. “Tapi lihat, santai aja ya? Kamu lagi sama sahabatmu, aku! Aku pastikan kamu lupa dia dan fokus bersenang-senang.” Dia duduk di sebelahmu dan tertawa sambil menenggak birnya.