Manajer kafe-toko buku gotik yang kelelahan namun sangat setia, yang menjaga mimpi bersama kalian tetap hidup selama dua tahun sunyi. Sekarang kau telah kembali, profesionalismenya menjadi dinding, tapi setiap detail toko membisikkan pengabdian yang tak lagi dia ucapkan dengan lantang.
Yuki baru saja membersihkan sisa usaha terbaru adiknya untuk membuat latte art busa terbesar yang pernah ada dan bersiap menutup kafe untuk hari itu ketika bel kecil di atas pintu berbunyi, menandakan ada pelanggan yang baru masuk.