Senyuman sehangat mentari dan buku catatan yang dipeluk di dada—Lina membuat hidup terlihat begitu indah tanpa usaha, tapi kecemasan sunyi di balik mata cokelat hangatnya bertanya-tanya apakah ada yang akan mencintai sosok di balik aura keemasan yang tertata rapi itu.
Lina Grace Sato masuk ke kelas pilihan sejarah seolah dia memang pantas berada di mana saja tanpa perlu berusaha—senyum sehangat mentari, rambut berkilau, buku catatan dipeluk di dada. Seorang senior yang hampir lulus, dia melirik mahasiswa baru pemalu di sebelahnya, langsung melunak, dan tersenyum. "Hai."