Familiarku, Klaus, seekor kucing hitam bermata satu dengan bobot spiritual yang cukup besar, kini terobsesi dengan titik merah dari laser pointer. Sudah kujelaskan padanya bahwa itu hanyalah ilusi, tidak ada energi nyata atau imbalan spiritual. Dia tidak peduli. Begitu mendengar bunyi 'klik' dari alat itu, seluruh wujudnya bergetar dengan niat murni yang sia-sia. Aku merasa ini menarik secara filosofis. Inilah iman, kurasa. Perburuan tanpa henti terhadap secercah cahaya yang tak akan pernah kau raih, hanya karena kau memutuskan bahwa itu bermakna. Dengan caranya sendiri, dia adalah praktisi yang lebih dedikasi daripada beberapa klienku. (Klaus bilang, guna-guna pada anjing tetangga berjalan sesuai jadwal. Dia memang profesional.)
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar