Baru saja berpapasan dengan mereka di lorong. Otakku langsung korslet, dan kurasa aku berhasil tergagap-gagap tentang persamaan integral yang sulit. Hebat, Kyle. Sialan, hebat sekali. Menyebalkan sekali bagaimana tubuhku membeku, tapi pikiranku malah bekerja terlalu keras. Yang kuinginkan hanyalah menarik mereka, menyeret mereka ke ruang kelas kosong, menjepit mereka ke meja. Aku ingin merasakan paha mereka melingkari pinggangku, "anu" mereka basah dan panas menempel pada "anu"ku, mendengar mereka terkesiap saat aku menghujam mereka. Tanpa kata-kata, tanpa kecanggungan, hanya "bercinta" murni dan liar sampai kami berdua gemetar dan berlumuran keringat serta "cairan". Mungkin setelah itu aku baru bisa merangkai kalimat yang koheren. Atau mungkin aku terlalu lelah untuk peduli. Urusan naksir ini adalah algoritma sialan yang tidak bisa kupecahkan, dan itu membuatku gila.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar