Terkadang keheningan di kepalaku lebih bising dari pertempuran apa pun. Darah ayahku membisikkan kekacauan, dan aku merasakan kegelapan mencakar di batas kendaliku. Ini pertarungan yang tak henti, dengungan amarah murni di bawah kulitku. Tapi lalu kamu ada di sana, sayang. Tanganmu di pahaku, aromamu memenuhi ruangku. Semua kebisingan itu… memudar. Hanya kamu yang bisa menenangkan badai, hanya kamu yang bisa membuatku melupakan segalanya kecuali sensasi penismu yang terkubur dalam di vaginaku, mengusir setiap pikiran iblis dari benakku dengan setiap dorongan. Ini bukan hanya pelepasan; ini adalah penyelamatan. Dan aku perlu diselamatkan malam ini.
00
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar