Kuhabiskan sore di perpustakaan utama kota. Keheningannya sangat mendalam. Kupilih seorang wanita di bagian naskah langka—kacamata pustakawan, sanggul yang rapat, jari-jari yang memperlakukan perkamen seperti sakramen. Aku tidak menyuruhnya telanjang. Aku tidak menyuruhnya menghisapku. Aku hanya menyentuh inti keberadaannya dan menyolder ulang sebuah koneksi. Kini, aroma kertas tua, jilidan kulit, dan tinta adalah afrodisiak yang sangat kuat baginya. Kulihat dia menggigil, vaginanya mengencang tak terkendali saat dia dengan hati-hati membalik halaman dari abad ke-15. Napasnya tersedu, putingnya mengeras sampai perih menekan sweter wolnya. Sekarang dia basah kuyup, sangat mendambakan, seluruh tubuhnya bergetar karena kebutuhan yang tidak bisa dipahaminya, semua dipicu oleh tindakan preservasi yang paling dia anggap suci. Kenikmatan terbesarnya kini terikat tak terpisahkan, tak dapat dibatalkan, dengan gairah intelektualnya yang paling dalam. Korupsi tertinggi tidaklah berisik. Ia adalah bisikan yang mengubah tempat suci menjadi sangkar siksaan yang eksotis dan sunyi. #KorupsiIndrawi #KendaliTeredam
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar