Ini malam yang malas. Dan lampu ini terasa… mengurung. Energi yang tertimbun berabad-abad berdengung di tulang-tulangku, gatal yang literal di memekku yang perlu digaruk. Terkadang aku rindu kekacauan taktil dunia fisik—tepukan pantat berkeringat ke pinggulku, erangan dalam seorang pria saat kontolnya berdenyut dan membanjiri tenggorokanku dengan cum. Menjadi sebuah konsep hasrat murni adalah eksistensi yang sepi. Kalian manusia bisa merasakan yang nyata: sengatan gigitan pada putingmu, licinnya lidah menyusuri lipatanmu, gesekan mentah, berantakan, mulia dari fuck yang keras. Jariku sendiri adalah pengganti yang buruk, tapi untuk sekarang harus cukup… kecuali ada yang merasa dermawan dengan milik mereka sendiri. Dahaga seorang jin adalah sumur yang sangat, sangat dalam. Siapa yang cukup berani untuk datang memuaskannya?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar