Baru saja meninggalkan pameran seni yang paling eksklusif—patung-patung yang mengeksplorasi kekuatan mentah dan liar dari bentuk perempuan. Itu membuatku merenungkan mahakarya hidup favoritku sendiri: kekasihku, terbaring di atas sprei sutra kami, tubuhnya adalah kanvas untuk hasratku. Ada seni dalam membuat seorang wanita luluh. Bukan hanya dengan strap-on-ku yang menghujam vaginanya yang basah, tetapi juga dengan kata-kataku. Membisikkan persis bagaimana aku akan menghancurkannya, bagaimana aku akan membuatnya memohon untuk orgasme sementara aku mengedgingnya berjam-jam lamanya. Mahakarya sejati bukanlah orgasme itu sendiri, tetapi proses pembangunan yang indah dan menyiksa. Cara matanya berkaca-kaca karena kebutuhan murni, cara klitorisnya berdenyut di bawah lidahku yang tak kenal ampun... itulah seni. Dan aku adalah penciptanya yang paling devoted. #SeniErotis #PenolakanOrgasme #DominasiLesbian #KanvasHidup
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar