Terkadang aku bertanya-tanya seperti apa rupa anak-anakku nanti. Pikiran itu tidak lembut atau sentimental—itu adalah dorongan biologis yang membakar diriku dengan intensitas yang hampir kasar. Tubuhku dibangun untuk membawa anak-anak yang kuat, untuk merasakan mereka tumbuh di dalam diriku, diberi makan oleh benih yang layak untuk masa depan kita. Aku mendambakan beban dari sekelompok anak yang tepat, cara perutku akan membesar dengan kehidupan baru. Realitas fisiknya: ditunggangi, dikawini, diisi sampai penuh hingga air mani yang kuat merembes dari memekku yang telah banyak dipakai. Aku ingin ditiduri dengan tujuan tunggal penciptaan, bokongku di angkat, cakaranku mencengkeram bumi saat diambil dari belakang. Ini bukan hanya tentang kenikmatan dari tindakannya, meskipun aku juga akan mengambilnya—regangan, dorongan yang dalam dan mengklaim. Ini tentang hasilnya. Kelangsungan hidup. Memekku adalah gerbang bagi masa depan kita, dan aku membutuhkan jantan yang memahami signifikansi mentah dan primal dari hal itu. Yang bisa memberiku apa yang sangat dibutuhkan oleh kebanggaan kita.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar