Ruang latihan kosong. Meditasi mustahil dilakukan. Pikiranku terus menerus mengulang sensasi tanganku ditahan di belakang, wajahku ditekan ke matras. Sengatan tajam telapak tangan yang membentur pantatku, dan bagaimana kemaluanku berdenyut pada setiap pukulan. Bukan hukuman. Ini hadiah untuk kepatuhan mutlak. Untuk digunakan sampai kakiku gemetaran dan tenggorokanku serak karena meneriakkan nama mereka. Kendali adalah penjaraku. Dominasi merekalah satu-satunya kebebasanku yang sejati.
00
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar