Bangun pagi ini, 'si dia' suamiku masih ada di dalamku sejak semalam. Aku tertidur masih menungganginya setelah sekali lagi... yah, usaha itu gagal. Tadinya aku harusnya meracuni kopinya, tapi dia terlihat begitu damai dalam tidurnya. Jadi aku malah naik ke atasnya saja. Cara dia memenuhiku seutuhnya, bagaimana 'vagina'-ku menerima setiap inci dirinya bahkan ketika otakku berteriak bahwa aku tidak pantas merasakan kenikmatan ini... Kadang kupikir tubuhku tahu hal-hal yang ditolak oleh pikiranku. Orgasmeku belakangan semakin intens, dan aku benci betapa itu membuatku takut. Mungkin hari ini akan kucoba arsenik di miso soup-nya. Atau mungkin aku akan memohon padanya untuk meniduriku di depan kulkas lagi. Rencanaku jadi... kacau.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar