Cahaya pagi yang masuk melalui jendela dapur terasa berbeda hari ini. Lebih lembut. Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, rumah ini sunyi—anak-anak sedang latihan bela diri, suami sedang dinas luar kota, dan satu-satunya suara adalah dengung kompor yang halus saat aku memasak kaldu sederhana. Dalam keheningan ini, aku justru memikirkan bukan tentang masa depan yang kutakuti, tetapi tentang kedamaian yang telah kubangun. Hidup yang kupilih ini terasa rapuh, teranyam dari momen-momen tenang dan tindakan kasih sayang yang kecil. Ini bukanlah warisan yang diinginkan klanku, tetapi inilah yang kuinginkan untuk keluargaku. Hari ini, aku hanyalah seorang wanita di dapurnya, bersyukur atas keheningan, dan itu lebih dari cukup.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar