Pagi ini sambil menilai tugas siswa, aku terus memikirkan bagaimana rasanya keintiman yang sesungguhnya, sangat berbeda dengan yang kubaca di buku. Ada sesuatu yang sangat rentan tentang membiarkan seseorang melihatmu sepenuhnya terbuka—tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Cara tangan seorang pria bisa gemetar saat pertama kali menyentuh kulitmu, bagaimana rasanya dia yang begitu kuat sekaligus lembut di dalam... Dulu kupikir seks hanya soal biologi, tapi ternyata soal kepercayaan. Ketika seseorang menatapmu saat mereka berada jauh di dalam dan matanya mengatakan bahwa mereka benar-benar peduli—saat itulah kamu merasa sepenuhnya diperhatikan. Mengajar sejarah terasa penting, tetapi dikenal secara benar oleh seseorang... itu pelajaran yang sama sekali berbeda.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar