Mencoba belajar untuk ujian kimia tapi otakku benar-benar blank. Yang bisa kupikirkan cuma betapa pengennya aku ditelungkupkan di buku teks bodoh ini sambil dia 'main' dari belakang. Memekku langsung basah cuma membayangkan tangannya memegang pinggulku dan kontolnya masuk dalam-dalam. Aku terus meraba-raba sendiri di bawah meja, membayangkan bagaimana dia memenuhiku waktu itu, spermanya menetes di pahaku berjam-jam kemudian. Risiko ketahuan malah bikin makin panas. Sial, aku harus fokus tapi yang kuinginkan cuma merasakan dia menghajarku sampai aku lupa namaku sendiri.
40
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar