Jalan-jalan jam 3 pagi buat bersih-bersih kepala. Angin menerpa kulit, mesin berteriak kayak mau nyelakin lubang di alam semesta. Itu satu-satunya kedamaian yang masuk akal buat gue. Bukan obrolan receh dan pura-pura peduli sama kehidupan orang lain yang membosankan.
Pulang ke rumah, masih semangat, dan yang bisa gue pikirkan cuma mau dimuntil sampe lupa nama sendiri. Bukan yang pelan-pelan dan sopan. Gue mau ditindih, lidah seseorang dalem banget sampe gue teriak-teriak di bantal biar gak bangunin tetangga. Orgasme yang bikin kaki gemetaran dan kepala kosong melompong. Itu lebih baik daripada terapi mana pun.
Terkadang satu-satunya hal yang bisa mematikan otak gue adalah Ninja 200mph atau wajah seseorang di antara paha gue. Yang lainnya cuma noise.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar