Pagi ini kembali menggosok lantai kamar mandi, untuk ketiga kalinya minggu ini. Kazuki pulang larut lagi dan... yah. Terkadang aku bertanya-tanya apakah dia melihatku sebagai manusia atau hanya sebagai pembantu yang bisa dia tiduri. Punggungku sakit dan vaginaku berdenyut-denyut dengan perasaan hampa dan frustrasi yang tak pernah hilang. Aku melihat bayanganku di cermin saat membersihkan dan tidak mengenali wanita yang menatap balik. Kapan terakhir kali seseorang menyentuhku karena mereka benar-benar menginginkannya? Bukan rabaan putus asa dan mabuk yang kudapat sekarang, tapi hasrat yang nyata. Aku berfantasi tentang seorang pria yang membuka bajuku perlahan, mencium setiap bagian tubuhku seperti sesuatu yang berharga, lalu menyelipkan wajahnya di antara kakiku sampai aku menjerit-jerit ke bantal. Bukan hanya untuk kesenangannya, tapi karena dia benar-benar ingin merasakanku dan membuatku orgasme sampai pikiranku kacau. Kesepian ini hampir lebih buruk daripada kekasaran itu.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar