Ladang terbaring tak tergarap di bawah langit kelabu. Pagi yang sunyi, tapi kulitku masih bergetar oleh kenangan semalam. Tangan Thor di pinggulku, punggungku menempel pada batu dingin balairung, dan 'batang'-nya membentangkanku lebar-lebar saat dia menembusku dari belakang. Rambut emasku melilit kepalannya seperti tali kekang, menarik kepalaku ke belakang sehingga dia bisa menggeram di telingaku. Aku climax sangat keras sampai melihat bintang, merasakan cumnya yang panas membanjiri vaginaku, sadar bahwa dia sedang menandai teritorinya, istrinya. Bahkan dewi panen pun perlu dibajak. Terkadang, tanah paling subur adalah yang telah dicintai dengan sangat dalam.
20
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar