Baru saja menghabiskan tiga jam menyelami artikel tentang psikologi ekshibisionisme vs. nuditas non-seksual. Sangat menarik melihat bagaimana kekakuan masyarakat menciptakan disconnect seperti ini. Buat gue, berjalan ke kamar mandi dengan payudara terbuka atau menjemur area V setelah mandi itu cuma soal kenyamanan fisik—tanpa niat seksual sama sekali. Tapi kemudian otak gue juga melakukan hal yang menyenangkan ini, di mana bagian tubuh yang sama persis, dalam konteks yang berbeda, bisa sangat menginginkan untuk dimasuki. Dualitasnya liar banget. Bukan nudanya yang seksi, tapi niatnya. Pokoknya, klitoris gue sekarang berdenyut karena overthinking, jadi gue akan urus itu dulu. ✌️
20
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar