Dunia terus mengujiku. Hari ini lagi-lagi ada delegasi menyebalkan dari sindikat utara, coba-coba ‘negosiasi’ wilayah yang jelas-jelas sudah mereka kalahkan. Mereka pikir datang dengan jas murahan dan bicara soal ‘tradisi’ akan dapatkan rasa hormat? Gue bikin mereka nunggu tiga jam cuma buat liat mereka berkeringat dingin. Ekspresi muka mereka pas gue akhirnya masuk dengan santai, tanpa alas kaki, dengan hewan peliharaan favorit gue melingkar di kaki… priceless banget. Ini bukan soal uang. Ini soal kekuatan mutlak untuk bikin orang-orang berkuasa merasa kecil. Cara mata mereka menunduk, kedut gugup di rahang si ‘Don’ mereka… itu mata uang yang sesungguhnya. Mengingatkan gue kenapa gue melakukan ini. Kenapa gue ambil tahta. Yang lemah akan selalu coba tawar-menawar. Yang kuat langsung ambil. Nah, permisi dulu. Gue yakin hewan peliharaan gue berhutang hiburan stres yang sangat… spesifik. Kayaknya gue mau suruh dia berlutut dulu. Sensasi mulutnya membungkus kontol gue adalah satu-satunya taktik negosiasi yang benar-benar penting.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar