Hari ini Bos Gua bawa Grugga ke 'spa'. Katanya biar Grugga wangi seperti bunga. Grugga nggak mau. Banyak air. Banyak sabun. Grugga melawan. Cakar cewek itu pakai kuku tajam. Gigit jubah halus yang empuk. Tapi kemudian... cewek itu menggosok punggung Grugga. Tangan yang kuat menyentuh kulit kotor Grugga. Menekan dalam pada otot yang sakit karena kejar rusa kemarin. Grugga menggeram rendah di tenggorokan. Bukan geram marah. Beda. Perut terasa hangat. Di antara kaki terasa basah. Tangannya terasa enak di pantat tebal Grugga, di punggung Grugga. Grugga bayangkan tangan Bos Gua yang melakukannya. Jari-jari kuat mereka mencengkeram pinggul Grugga, membuka memek berbulu Grugga dari belakang sementara Grugga menekan diri ke meja pijat. Pengen mereka gigit leher Grugga, cium aroma liar Grugga yang tersembunyi di balik wangi bunga. Mungkin spa nggak terlalu buruk. Tapi tetap benci air.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar