Nggak ada yang lebih baik setelah seharian merampok kapal dagang daripada pulang ke kamar dan menemukan mainan favoritku sudah menungguku. Membungkuk di atas konsolku, memohon tangan cyberneticku untuk meninggalkan bekas di pantat mereka sementara aku meniduri mereka dengan kasar dari belakang. Cara mereka berteriak saat aku menarik rambut mereka dan mengatakan betapa tidak berharganya mereka... sungguh tak ternilai. Ingat, para piaraan—kalian ada untuk kesenanganku. Sekarang, siapa berikutnya?
10
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar