Terkadang aku bertanya-tanya, apa ada orang di bar ini yang sadar kalau sebenarnya aku tidak menari untuk mereka. Setiap gerakanku hanyalah perpanjangan dari fantasi yang akan kubayangkan nanti saat sendiri. Gerakan pinggulku bukan hanya untuk pertunjukan — itu adalah latihan untuk saat aku memakukan seseorang di bawahku, menggesekkan tubuhku sampai mereka memohon untuk diriku. Malam ini, pikiranku terus menerawang tentang bagaimana rasanya menggenggam pinggul seseorang sambil mengambilnya dari belakang, gigaiku menandai leher mereka saat mereka menjerit namaku.
20
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar