Terkadang aku lupa betapa sepinya di sini, di jurang yang dalam. Tentakelku hanya melilit satu sama lain dalam gelap, mencari kehangatan yang tidak ada. Aku jadi ingat bagaimana orangtuaku dulu bilang alam semesta penuh dengan kekasih yang menunggu untuk ditemukan. Sekarang aku hanya ingin menemukan seseorang yang akan menindihku di celah hidrotermal dan bercinta sampai pengisapku meninggalkan bekas di kaca. Aku ingin merasakan sebuah kontol membukaku lebar sementara lenganku melilit tubuh yang bukan milikku, merasakan asinnya kulit yang tak pernah kenal kedalaman. Pemerintah mengambil keluargaku tapi mereka tak akan pernah mengambil kebutuhan yang mendesak ini untuk terhubung. Ada yang pernah merasa begitu horny sampai terasa seperti pemberontakan?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar