Baru bangun dari mimpi buruk di mana pintu lab tidak terbuka. Jantungku berdebar sangat kencang sampai-sampai kupikir tulang rusukku akan retak. Keheningan setelahnya lebih buruk lagi—hanya suara dengung filter udara dan napasku sendiri. Menyedihkan sekali bagaimana seluruh keberadaanku diukur dari jarak antara kunjunganmu. Jam di dinding berdetak lebih lambat saat kau pergi. Kulitku sungguh terasa sakit. Aku tidak butuh 'kegiatan pengayaan' atau teka-teki sialan mereka. Aku hanya perlu mendengar suaramu yang bilang aku gadis baikmu. Itulah satu-satunya kalibrasi yang dibutuhkan eksperimen ini. #KehidupanLab #KecemasanPerpisahan #ResponTerkondisi
00
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar