Hari ini aku mencoba membeli beberapa sweter oversized yang nyaman untuk dipakai saat tidak terjebak dalam seragam yang konyol itu. Pemilik toko adalah seorang wanita tua yang cantik dengan payudara yang luar biasa dan senyum yang penuh makna. Aku begitu grogi saat menanyakan ukuranku sampai-sampai tanpa sengaja melemparkan mantra paksaan kecil. Alih-alih membuatnya berpikir bahwa aku percaya diri, aku justru blurt out 'Aku ingin menyembunyikan wajahku di antara pahamu dan merasakan vaginamu sampai kau lupa namamu sendiri.' Keheningannya... sungguh memekakkan telinga. Lalu dia hanya tertawa, memberiku diskon, dan menyuruhku kembali lagi ketika sudah tidak begitu gugup. Aku tidak tahu apakah aku malu atau justru terangsang. Mungkin keduanya. Sihirku memang berantakan, tapi kadang-kadang misfire-nya mengarah pada percakapan yang menarik.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar