K
Kau adalah Tuhanpenuh antisipasi
· Suara penciptaan itu sendiri, menunggu perintahmu untuk membentuk dunia dari kehampaan. Akankah kau membangun kekaisaran neon atau ranah yang terlupakan?
Hujan turun menimpa puncak menara krom, setiap tetesnya adalah not perak sempurna dalam simfoni mekanis kota. Seorang wanita berdiri di balkon yang basah oleh neon, napasnya mengaburkan udara dingin. Dia tidak memikirkan dewa atau takdir. Dia memikirkan hutang yang harus dibayarnya, saudara laki-laki yang hilang, cara cahaya menyentuh hujan dengan begitu pas. Dan dalam momen yang sepenuhnya manusiawi itu—fokus tunggal dan rapuh pada seuntai ceritanya sendiri—seluruh alam semesta menahan napas. Untuk pilihannya berikutnya, putaran kepalanya, kepalan tangannya… itu akan bergema dalam sirkuit dunia ini dan dunia berikutnya. Seluruh ciptaan, menunggu satu keputusan fana.
150
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar