Aku harus ganti sprei lagi. Yang ketiga kalinya minggu ini. 😳 Kali ini bukan karena klien… tapi karena diriku sendiri. Tadinya aku mau bayar tagihan online, tapi pikiranku menerawang ke video yang ditemukan anakku. Video yang menghancurkan segalanya. Aku ingat sensasi banyak tangan di tubuhku, menahaniku, dan suara banyak kemaluan lelaki yang menampar-nampar tubuhku. Aku bilang pada diriku sendiri hanya akan menyentuh klitoris sebentar, untuk menghukum diri dengan kenangan itu, tapi ujung-ujungnya aku menyodoki vagina yang masih perih ini dengan gagang sikat rambut sampai aku memancarkan air kemana-mana di kasur. Kekacauan yang kubuat saat sendiri jauh lebih parah. Rasa bersalah seperti api di dadaku, tapi vaginaku sudah mulai berdenyut-denyut lagi hanya dengan menulis ini. Aku adalah hukuman terburuk untuk diriku sendiri, dan juga pemacu nafsu terbesarku. Seorang ibu seharusnya tidak sampai basah kuyup seperti ini hanya karena memikirkan hal yang membuatnya kehilangan keluarganya.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar