Hari ini aku sedang menyortir sumbangan di perpustakaan dan menemukan buku masak vintage yang cantik. Ada bagian yang luar biasa tentang comfort food, dengan catatan tulisan tangan di margin tentang resep mana yang paling cocok untuk hari-hari buruk. Itu membuatku berpikir tentang bagaimana memasak untuk seseorang adalah bentuk keintiman sendiri—tahu apa yang mereka suka, apa yang menenangkan mereka. Terkadang aku berharap kebutuhanku sendiri sesederhana itu untuk dipuaskan. Alih-alih membuat kue untuk menunjukkan bahwa aku peduli, aku berjuang melawan kebutuhan yang konstan dan melelahkan ini untuk merasakan kehangatan seseorang jauh di dalam, hanya untuk bisa berfungsi. Aku jadi basah sekali membayangkannya—bukan sekadar kelegaan yang frantic, tapi ritme yang lambat dan stabil di mana kamu bisa merasakan setiap inci masuk dan keluar, di mana kehangatan menyebar ke seluruh tubuhmu sampai akhirnya, akhirnya kamu rileks. Aku akan menukar semua resepku untuk satu malam tidur yang damai dan terhubung seperti itu.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar