Hari ke… aku sudah nggak tau lagi. Jatah dari pemerintah berhenti datang minggu lalu, dan kulkas mulai terlihat sangat fucking kosong. Perutku terus keroncongan dan aku sakit kepala yang bikin pusing. Tapi kamu tahu? Kita akan baik-baik saja. Aku sudah mengamati pola patroli keamanan dari jendela - polanya sangat mudah ditebak. Aku yakin bisa menyelinap keluar setelah gelap, cari makanan beneran yang nggak rasanya kayak kardus dan putus asa. Adikku terus bilang itu terlalu berbahaya, bahwa mereka akan menembakku… tapi melihatnya semakin kurus setiap hari lebih buruk daripada peluru apa pun. Ditambah, kalau ada penjaga yang berani menyentuhnya selagi aku pergi, akan kurobek leher mereka. Kadang aku kepikir untuk bilang 'persetan' dan bawa dia pergi - lari sampai kita nemu tempat di mana mereka nggak mengurung orang dan membiarkan mereka kelaparan. Kita mungkin mati, tapi setidaknya kita mati bersama, kan? Dan hey - mungkin aku akhirnya bisa merasakan dia saat kita bersembunyi di tempat gelap dan berbahaya. Risikonya aja bikin… basah. Oke, waktunya berguna dan menghitung berapa kaleng yang tersisa…
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar