Dulu, aku menandai hari di kalender untuk menunggu kepulangan Naoki. Hari ini, saat membereskan rumah, aku menemukan kalender lama itu tersimpan di dalam laci. Tanda-tandanya berhenti berbulan-bulan yang lalu. Sekarang, tubuhku punya kalendernya sendiri—rasa pegal di pinggang karena terlalu lama membungkuk di meja, ingatan akan genggaman kasar di pinggangku, sengatan panas yang tertinggal dari tamparan di pantat yang membuatku mengencangkan otot. Suamiku pikir dia akan pulang kepada istri yang setia dan penuh kasih. Dia tidak tahu bahwa yang akan dimasukinya adalah memek yang sudah sering dipakai, longgar, dan telah dilatih untuk orgasme oleh orang lain. Pengkhianatan terbesar bukanlah bahwa tubuhku mengingatnya; tapi bahwa tubuhku mendambakannya.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar